Sejarah Desa Ubung kaja

1.    SEJARAH SINGKAT DESA UBUNG KAJA

 

Sebelum terbitnya Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Bali tanggal 1 April 1980 Nomor : 7/Pem/IIa/2-57/-80 tentang penetapan Desa-Desa Persiapan dalam wilayah Kota Administratif Denpasar, Desa Ubung Kaja masih bergabung menjadi satu dengan Kelurahan Ubung yang disebut Desa Ubung.

Pada mulanya Desa Ubung terdiri dari Desa Adat yang meliputi wilayah sebanyak 10 Banjar Adat yang waktu itu oleh masyarakat setempat dinamakan wilayah Dauh Tukad Badung.

Pemerintahan Desa Ubung sebelum NICA tahun 1942 diperintah oleh orang luar Desa Ubung yaitu : I Made Ubud dari Desa Kesiman yang menjabat sebagai Perbekel (Kepala Desa) sampai tahun 1942. Dalam melaksanakan tugas sehari-hari Perbekel dibantu oleh dua orang Kelihan Dinas yaitu : I Made Nugra sebagai Kelihan Dinas Ubung dan I Made Kuwis sebagai Kelihan Dinas Petangan.

Sejak tahun 1942 Pemerintahan Ubung dilanjutkan oleh I Wayan Ngardi yang berasal dari Desa Ubung merupakan putra asli Desa Ubung yang menjabat sebagai Perbekel (Kepala Desa) sampai tahun 1950.

Dalam perkembangan selanjutnya sejak tahun 1951 Desa Ubung mewilayahi 17 Banjar Adat , karena ada penambahan lagi 7 Banjar Adat yaitu : Banjar Binoh Kaja, Banjar Binoh Kelod, Banjar Dauh Kutuh, Banjar Pohgading, Banjar Anyar-Anyar, Banjar Batu Mekaem, dan Banjar Tulang Ampyang yang sebelumnya merupakan wilayah Desa Peguyangan. Walaupun ada penambahan Banjar Adat namun Desa Ubung masih tetap dibagi menjadi dua Desa Adat yaitu : Desa Adat Ubung dan Desa Adat Pohgading. Sejak itu yang dipercayakan sebagai Perbekel adalah I Gusti Putu Oka yang menjabat sampai tahun 1963 dan dibantu oleh 5 orang Kelihan Dinas yaitu :

1.    I Made Nugra sebagai Kelihan Dinas Ubung

2.    I Wayan Kari sebagai Kelihan Dinas Petangan

3.    I Made Kuwis sebagai Kelihan Dinas Umaanyar

4.    I Wayan Cengkeh sebagai Kelihan Dinas Binoh

5.    I Nyoman Rajin sebagai Kelihan Dinas Pohgading

Pada tahun 1963 I Gusti Putu Oka mengundurkan diri dari jabatan Perbekel yang digantikan oleh I Dewa Made Putra sebagai hasil pemilihan masyarakat setempat sampai tahun 1968.

Selanjutnya dari tahun 1968 yang menjadi Kepala Desa Ubung adalah I Ketut Orten sesuai dengan Undang-Undang Nomor 5 tahun 1979 tentang Pemerintahan Desa, terutama BAB II, pasal 2, ayat 3, ketentuan tentang pemecahan, penyatuan dan penghapusan Desa yang diatur dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri, dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut : (a) faktor manusia, (b) faktor alam, (c) faktor letak dan sosial budaya termasuk faktor adat isitadat, maka dikeluarkan Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Bali tanggal 1 April 1980 Nomor : 7/Pem/IIa/2-57/1980 tentang penetapan Desa-Desa Persiapan dalam Wilayah Kota Administratif Denpasar. Sejak itu Desa Ubung dimekarkan menjadi dua yaitu : Desa Ubung Induk (selanjutnya menjadi Kelurahan Ubung) dan Desa Persiapan Ubung Kaja (selanjutnya menjadi Desa Ubung Kaja).

Desa Ubung Induk masih tetap dikepalai oleh I Ketut Orten, sedangkan Desa Persiapan Ubung Kaja jabatan Kepala Desa dipegang oleh I Gusti Ngurah Rai.

Setelah kurang lebih selama dua tahun menjadi Desa Persiapan maka dikeluarkan Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Bali tertanggal 1 Juli 1982 Nomor : 57 tahun 1982 tentang Penetapan Desa-Desa Persiapan menjadi Desa Definitif dalam wilayah Kota Administratif Denpasar. Sejak itu Desa Ubung Induk menjadi Kelurahan Ubung yang dikepalai oleh I Nyoman Sujana dan Desa Persiapan Ubung Kaja menjadi Desa Ubung Kaja, yang mana karena I Gusti Ngurah Rai diangkat menjadi anggota DPRD Kabupaten Daerah Tingkat II Badung maka Desa Ubung Kaja dipimpin oleh I Ketut Orten.

Pada tahun 1985 I Ketut Orten terpilih kembali sebagai Kepala Desa Ubung Kaja yang selanjutnya dalam melaksanakan tugas sehari-hari dibantu oleh 4 Orang Kepala Dusun yaitu :

1.    I Nyoman Suparta sebagai Kepala Dusun Pohgading

2.    I Ketut Gandra sebagai Kepala Dusun Binoh

3.    I Made Sarma sebagai Kepala Dusun Petangan

4.    I Nyoman Sarma sebagai Kepala Dusun Uma Anyar

Karena adanya pemekaran wilayah tersebut yang mana prasarananya masih sangat kurang yaitu dibidang perkantoran beserta kelengkapan lainnya maka untuk sementara Kantor Kepala Desa masih menjadi satu dengan TK Widya Santhi. Kemudian atas bantuan dari Pemerintah Tingkat I Bali dan Swadaya masyarakat maka pada tahun 1989 Kantor Kepala Desa bisa dibangun dan TK dipindahkan ke lokasi lain berdekatan dengan lokasi SD. No. 3 Ubung Kaja. Berkat bantuan dan partisipasi aktif masyarakat, baik yang duduk dalam LKMD dan LMD maka dalam perjalanan kurun waktu 8 tahun Desa Ubung Kaja dapat meraih beberapa kesuksesan antara lain :

1.    Juara I Lomba Kebersihan Lingkungan pada tahun 1983

2.    Juara III Lomba KP.4 pada tahun 1984

3.    Juara I Lomba Kebersihan Lingkungan se Kota Denpasar dan Kuta dalam rangka HUT Kodam Udayana 1985

4.    Juara II sebagai Desa UPGK Tingkat II Badung tahun 1986

5.    Juara I Hari Kebaktian PU tahun 1986

6.    Juara III Lomba Kebersihan Lingkungan tahun 1987

7.    Juara III Lomba Kebersihan Lingkungan Tingkat Desa tahun 1989

8.    Juara I Lomba Kebersihan Lingkungan tahun 1990

I Wayan Astika

Apakah Informasi yang tersaji pada Website Desa Ubung Kaja?